Dugaan Korupsi Finger Print Di Kabupaten Ciamis, Menjerat Mantan Sekdis Pendidikan

foto

-

Ciamis, FaktaIndonesiaNews.Com -- Dugaan korupsi finger print di Kabupaten Ciamis Jawa Barat menjerat mantan Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Ciamis dan rekanan (pemborong) sebagai tersangka.

Pada Senin (31/5/2021) pukul 16.30 Kejaksaan Negeri Ciamis menetapkan dua tersangka tersebut yakni Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Ciamis WH yang kini menjabat sebagai Sekdis Keuangan di Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Sedangkan rekanannya dari PT Zein Corporation berinisial YSM.

 Kejari Ciamis, WH dan YSM menjalani pemeriksaan sejak pagi, bahkan keduanya di temani istri-istrinya. Hingga akhirnya pada pukul 16.30 Kejari Ciamis menetapkan keduanya menjadi tersangka.

Namun saat keduanya akan di titipkan oleh Kejari Ciamis ke Lapas Kelas II B Ciamis, seorang tersangka yakni WH mendadak sakit hingga tim medis mengevakuasinya ke- RSUD Ciamis. Sementara YSM langsung menjadi tahanan titipan Kejari Ciamis di Lapas Ciamis.

Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis Yuyun Wahyudi SH, MH, meyampaikan, pihaknya telah menetapkan WH dan YSM sebagai tersangka. Keduanya di sasar dalam perkara dugaan tidak pidana korupsi finger print SD dan SMP anggaran tahun 2017-2018.

“Berdasarkan penetapan tanggal 31 Mei 2021, kami tetapkan dua tersangka inisial YSM selaku rekanan pengadaan finger print. Serta WH saat itu menjabat Sekdis Pendidikan Ciamis,” ujarnya.

Yuyun menjelaskan, WH memperkenalkan YSN kepada UPTD-UPTD dengan harga finger print Rp 4 juta. Padahal sebelumnya harga yang di tawarkan YSM sebesar Rp 2,5 juta.

Selanjutnya tersangka WH meminta untuk naik harga menjadi Rp 3,5 juta, hingga ada kesepakatan pada pertemuan di salah satu rumah makan di Kabupaten Ciamis seharga Rp 4 juta.

“Dengan ketentuan kepada UPTD mendapat fee Rp 1 juta per unit jiga tunai, dan jika kredit Rp 500 ribu,” ujarnya. Di Kutip Dari Insident24.com

Kajari Yuyun menambahkan, selanjutnya ada pula pertemuan dengan para kepala sekolah dan ada pelatihan tata cara pemasangan pembagian absensi oleh PT Zein Corporation. Pembayarannya dengan cara penitipan melalui kepala UPTD seharga Rp 4 juta.

“Padahal anggarannya tidak ada saat itu, namun justu di dahulukan tahun 2017. Seharusnya anggarannya tahun 2018. Bahkan memakai dana talangan kepala sekolah, padahal dana BOS-nya belum masuk,” ujarnya.

“Jadi pengadaan yang di lakukan memakai uang yang ada dulu, padahal anggarannya baru muncul tahun 2018. Itu sudah mendahului dan itu pelanggaran hukum, ” ucap Yuyun melanjutkan.

Terungkap pula, kata Yuyun, ternyata mesin absensi tersebut merek Solution X 606S, namun oleh YSM ditutupi stiker dengan nama Zein Corporation.

“Itu modusnya, sehingga tidak bisa mencari di toko lain.

Jadi kalau rekanan lain akan mencari juga tidak ada,” ucapnya.

Hal lainnya, ternyata YSM membeli mesin finger print dari PT lain seharga Rp 1.540.000. Jadi para kepala sekolah juga tidak mengecek harga pasaran barang tersebut.

“WH menaikkan harga menjadi Rp 4 juta, kepala sekolah mengikuti saja tanpa mengecek harga pasarannya berapa,” ucapnya.

Dugaan Korupsi Alat Sidik Jari, Mesin Dijual ke 400 Sekolah

Diketahui sebanyak 400 sekolah di Kabupaten Ciamis membeli finger print kepada YSM. Karenanya dalam hal ini ada mark up harga pembelian mesin finger print tersebut.

“Sehingga ada kerugian negara kurang lebih Rp 804.315.000. Semua itu hasil audit,” ucapnya.

Kajari menyebutkan, atas perbuatan kedua tersangka itu Kejari Ciamis menerapkan pasal sangkaan Primer pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah di ubah dengan Undang-Undang 2021 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” ujarnya.

Sedangkan subsidernya yakni Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah di ubah dengan Undang-Undang Tahun 2021 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

“Ancaman maksimal pasal 2 yakni empat tahun sampai 20 tahun hingga seumur hidup atau hukuman mati,” kata Yuyun

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Personel Rumkit Bhayangkara Laksanakan Vaksinasi Covid-19 di Lokasi Pasar
Kapolres Buol Tinjau Langsung Kesehatan Tahanan Saat Rapid Tes Antigen
Hadiri Kemah Jurnalis, Dewas BPJS Tegaskan Jika Ada Pusat Kesehatan Pungut Biaya Pasien BPJS Lapor
Polsek Arsel Berikan Imbauan Kamtibmas di Masjid Babussalam