Diduga Lalai, Pihak RSUD Balaraja Pulangkan Jenazah Warga Cisoka Tertukar Dengan Jenazah Lain

foto

-Foto. RSUD Balaraja

Kabupaten Tangerang, FaktaIndonesiaNews.com-- Rendahnya Standarisasi Operasional Pelayanan (SOP) RSUD Balaraja terkait tertukarnya Jenazah warga Kp. Cibuluh 002/002 Desa Cibugel Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang dipertanyakan. Senin (28/06/2021).

Diduga terjadinya keteledoran oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balaraja terhadap penanganan pasien yang meninggal dunia tertukarnya Jenazah saat di mandikan oleh pihak keluarga, pemulangan sampai proses pemakaman.

Tersiar kabar berita dari warga sekitar tentang kejanggalan terhadap pemakaman salah satu warga Kp. Cibuluh Rt.002/002 Desa Cibugel Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang, dan awak media berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.

Ilham Anak Asniati memberikan keterangannya kepada awak media terkait pelaksanaan pemandian Jenazah pada saat dirumah sakit, ketika itu saya dan bapak saya diminta untuk memandikan Jenazah ibu oleh pihak petugas forensik bagian pemulasan dengan menggunakan APD lengkap berdasarkan protokoler covid-19.

Ketika memandikan jenazah sontak saya beserta bapak (Rusdi) sempat kaget, yang dimandikan tersebut bukanlah ibu-nya, saya mempertanyakan kepada petugas tersebut " Ini benar ibu saya...? Kok ibu saya giginya begini.(ompong).!!! Jawab tegas Petugas "bener pak ini ibunya" Rusdi menanyakan mana selimut yang ada dikurung batang istri saya..? Ada dibelakang pak dijawabnya oleh pihak petugas Rumah sakit. "Karena dalam kondisi duka yang mendalam dan pikiran tidak menentu Ilham dan bapaknya melanjutkan proses pemandian jenazah tersebut".

Diakui Ilham "Pada saat itu ada 2 jenazah yang meninggal dunia berjenis kelamin perempuan atas nama Asniati dan Isniati, Petugas pun mempersiapkan dokumentasi administrasi guna kepulangan jenazah".

Diketahui Asniati (56 th) dirawat di RSUD Balaraja sejak Sabtu 26/06/202, saat di konfirmasi oleh awak media, Asniati memiliki riwayat "sesak napas dan penyakit jantung, meninggal dunia pada hari Senin pukul 07.10 Wib pagi tadi".

Ilham menambahkan, terkait hasil pemeriksaan PCR sampai saat ini belum diketahui diagnosa pastinya positif atau negatif dari Covid-19.

Setelah usai dimandikan tim forensik mengambil alih untuk mengkafani, dan menyiapkan kelengkapan selanjut berdasarkan protokoler covid-19.

Ilham bergegas pulang ke rumah untuk mempersiapkan pemakaman dan keperluan lain dirumah, sementara suami Asniati Rusdi ikut dalam mobil jenazah yang mengantarkan kekediaman di Cisoka.

Sesampainya dirumah ± Jam 13.00 Wib Jenazah sampai dirumah duka, setelah disholatkan jenazah langsung dibawa ke pemakaman, prosesi pemakaman pun berlangsung dengan kondisi jenazah mengunakan protokoler covid-19.

Menurut keterangan warga yang enggan disebutkan namanya menerangkan saat pemakaman menantu dari Asniati/Rusdi yang ikut menguburkan keliang lahat, dan membuka wajah yang terbungkus plastik untuk di tempelkan ketanah sontak kaget, dan mengatakan bahwa itu bukan mertuanya, dan prosesi pemakaman pun tidak dilanjutkan, jenazah sempat diangkat lagi keluar dari liang lahat.

Beberapa saat kemudian setelah musyawarah keluarga, pihak rumah sakit menghubungi Ilham dan mengatakan bahwa itu bukan ibunya, jenazah itu tertukar. 

Mobil ambulans pertama dan kedua yang mengantarkan Jenazah mobil yang sama akan tetapi sopirnya berbeda, kemudian mengantarkan jenazah Asniati ± pukul 16.00 Wib. Keluarga pun memandikan di kediamannya karena belum dimandikan oleh pihak keluarga pada saat di rumah sakit, dan keluarga meyakini itu betul Asniati dengan ciri selimut yang ada dalam kurung batang yang melekat pada jenazah, proses menyolatkan, pemakaman selesai sehabis mabrib tadi.

Pihak keluarga menyayangkan belum adanya i'tikad baik dari pihak rumah sakit kepada keluarga, dan pihak keluarga akan menempuh jalur hukum atas keteledoran serta buruknya pelayanan pihak RSUD Balaraja atas tindakan pelayanan yang dialami pihak keluarga Rusdi/Ilham.

Awi tim forensik RSUD Balaraja memberikan penjelasan kepada awak media terkait permasalahan tersebut, sebenarnya dalam hal memberikan keterangan kewenangannya dari bagian humas RSUD yaitu dr. Aang atau ibu Imas yang memberikan keterangan terkait klarifikasi. 

Awi mengaku sebenarnya hanya pihak RSUD Balaraja yang menjalankan protokoler covid-19 memberikan kewenangan dan kebijakan terkait pelaksanaan pemandian jenazah untuk pihak keluarga ikut serta memandikan jenazah yang dilakukan, sebagai contoh yang terjadi pada ibu Asniati saat ini, akan tetapi saya merasa bingung kenapa pihak keluarga tidak bisa memastikan bahwa yang dimandikan tersebut adalah istri/ibu dari bapak Rusdi dan Ilham selaku anaknya.

"Karena dalam proses pemandian jenazah kita selalu libatkan pihak keluarga untuk ikut andil dalam proses tersebut, berdasarkan syariat Islam dan hukum adat yang berlaku kalau memang dia diluar Islam."ungkapnya.

Terkait Sopir ambulans yang mengantarkan jenazah Asniati diketahui pihak ketiga yang bekerjasama dengan pihak rumah sakit dalam jasa ambulans jenazah. Artinya bukan pegawai tetap RSUD Balaraja.

Awak media pada Selasa (29/06/2021) pukul. 13.20 .wib berusaha mengkonfirmasi kepada bagian humas rumah sakit dan di temui di ruang instalasi jenazah saat dimintai keterangannya. Dr. Aang Sunarto selaku humas pemulasan jenazah dan juga kasie kepala Penunjang nonmedik yang membawahi Instalasi Pemulangan Jenazah, dr. Aang menjelaskan adanya laporan dari dr. Selvi S.Pd bahwa A.n Ibu Rohani yang keluarganya menolak pulasara karena Covid diperkirakan pukul 09.00 Wib pagi atas nama ibu rohani. 

dr. Aang menugaskan petugas kamar jenazah untuk mengonfirmasikan kepada pihak keluarga ibu rohani untuk melakukan pulasara berdasarkan Covid. Sekitar pukul 10.00 wib pihak keluarga ibu rohani menolak dengan membawa salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk dilakukannya pulasara Covid. 

Dengan rentetan cerita pada saat pukul ± pukul 15.00 wib keluarga ibu rohani diminta oleh pihak petugas pulasara untuk mengikuti proses pemandian jenazah ibu rohani, dan pihak keluarga ketika hendak melakukan pemandian menolak yang mereka akan mandikan itu adalah ibu rohani karena itu bukan ibu rohani. 

Akhirnya pihak petugas rumah sakit menghubungi pihak jenazah pertama (ibu Asniati) yang di bawa ke Cisoka. 

Yang sangat di sayangkan kenapa pihak keluarga Asniati sewaktu dilakukan pulasara (pemandian, mengkafani) tidak ada komentar apapun hingga petugas melanjutkan proses pulasara hingga terjadinya pemulangan jenazah pun terjadi.

"Karena SOP kita Pada saat Pulasara (memandikan dan mengkafani itu mengikut sertakan pihak keluarga".Tutupnya dr. Aang.

MH-TIM

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Tim SAR Gabungan Belum Menemukan Warga Tangerang Yang Menceburkan Diri Ke Sungai Cisadane
Bupati Garut Terima Kunjungan Kerja Dari BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya
KNPI Kota Cirebon Turun Semprot Disinfektan
20.000 Paket Beras, Siap Disalurkan Melalui Kodim dan Koramil