Pengerjaan Pipa Pertamina, Erik Fraksi Demokrat: Proyek Merugikan Masyarakat

foto

-

Ciamis, FaktaIndonesiaNews.com -- Anggota DPRD Kabupaten Ciamis fraksi Partai Demokrat, Erik Kridasetia angkat bicara terkait pekerjaan pemasangan pipa milik Pertamina yang dinilai merugikan masyarakat di daerahnya. 

Erik menegaskan dirinya sebagai wakil rakyat merasa kecewa atas pekerjaan yang dikerjakan oleh perusahaan Badan Milik Usaha Negara (BUMN) ini. 

"Akibat pekerjaan ini banyak fasilitas umum, fasilitas sosial disni yang ruksak, dan itu tidak diperbaiki lagi," katanya saat ditemui di kediamannya. Kamis (17/11/2022). 

Dia pun menilai pekerjaan pemasangan pipa yang dilakukan oleh pihak ketiga perusahaan Pertamina dalam hal ini PT. Hutama Karya Timas Suplindo berdampak pada semua lini. 

"Aktivitas warga jelas terganggu, transportasinya, kegiatan ekonominya, aliran air yang rusak dan lain sebagainya," jelasnya. 

Sehingga selain kondisi yang rusak dan dapat berpotensi menimbulkan kecelakaan, pekerjaan ini pun mempengaruhi pendapatan warga disini. 

"Banyak yang usaha terganggu akibat galian pertamina, dan saya pun terdampak karena pekerjaan itu pun merusak fasilitas yang ada di tanah leluhur saya," kata Erik. 

Politikus dari Partai Demokrat ini pun menilai pekerjaan ini dilakukan dengan tidak matang. Hal itu karena pihak Pertamina tidak menempuh perizinan dan syarat-syarat mengenai tumpang tindihnya pembayaran pajak. 

"Adanya over lap atau tumpang tindih pembayaran pajak yang dilakukan warga dan pertamina sejak tahun 1973. Bpn selama ini belum melakukan proses pemisahan kepemilikan atas tanah," ujarnya. 

Pihaknya meminta kepada Pemerintah Pusat khsusnya kepada BUMN agar pekerjaan nasional ini tidak menyengsarakan masyarakat. 

"Untuk itu sebagai wakil rakyat saya meminta dengan tegas bahwa BUMN dalam hal ini Pertamina harus segera menyelesaikan persoalan ini agar tidak ada pihak yang dirugikan," tuturnya. 

Sementara diberitakan sebelumnya puluhan warga Desa Cimaragas, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat geruduk kantor Desa di wilayahnya. 

Kedatangan mereka bertujuan untuk mempertanyakan pertanggung jawaban atas dampak kerusakan fasilitas miliknya akibat pekerjaan pemasangan pipa Pertamina. 

Diketahui, perkerjaan proyek milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu dikerjakan tanpa kordinasi dan terkesan tidak bertanggungjawab.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Anggota Polsek Cihaurbeuti Polres Ciamis Bantu Anak Sekolah Menyebrang
Polsek Cimaragas Polres Ciamis Monitoring Kegiatan Pusbila Posyandu di Desa Beber
Perkuat Mental dan Rohani, Polres Ciamis Gelar Berikan Bimbingan ke Anggota
Berikan Rasa Aman, Satuan Samapta Polres Ciamis Patroli Jalan Kaki di Terminal