Rumahnya Nyaris Roboh, Warga di Ciamis ini Luput dari Bantuan Pemerintah

foto

Berita Ciamis, FaktaIndonesiaNews,- Sudah bertahun-tahun rumah reyot milik Nenek Aliah, warga di Lingkungan Cimanggu, RT 01 RW 01, Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tidak tersentuh bantuan pemerintah. Pasalnya kini rumah milik Nenek Aliah hampir roboh. Jumat, (24-04-2020)

Rumah Nenek Aliah tersebut seluruhnya terbuat dari bambu. Atapnya sudah lapuk dimakan usia. Apalagi ruangan dapurnya sudah ambruk.

Ketika ditemui Media Fakta, belum lama ini, Nenek Aliah mengatakan, rumah yang dia tempati bertahun-tahun itu belum pernah mendapatkan perbaikan. dia pun makan sehari-hari ditanggung sang anak.

Nenek Aliah mengaku, hingga saat ini belum ada bantuan bedah rumah dari Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Desa setempat. Dia berharap pemerintah bisa membantu memperbaiki rumahnya, supaya bisa nyaman saat tidur pada malam hari.

”Dari pihak kelurahan maupun RT/RW sudah beberapa kali datang ke rumah nenek, dan memotret kondisi rumah, tapi sampai saat ini belum pernah ada bantuan. di foto terus sampe rumah nenek pusingeun (Pusing),” katanya.

Nenek Aliah menerangkan bahwa sudah beberapa kali ganti RT/RW dan bahkan berkali-kali memotret rumahnya untuk diajukan bantuah rumah tidak layak huni (Rutilahu), tapi sampai saat ini tak ada satupun bantuan pemerintah. 

“Beberapa waktu lalu ada dari kelurahan datang ke rumah nenek, dan sama seperti sebelumnya, hanya memotret kondisi rumah nenek saja,” terangnya.

Sementara itu, tetangga Nenek Aliah, Ja'ah, membenarkan rumah yang ditempati Nenek Aliah tersebut sudah tidak layak huni. Apalagi dapur sudah ambruk. Dan kalau ada hujan disertai angin kencang, langsung mengungsi. 

“Biasanya sih kalau musim hujan selalu ngungsi ke rumah anaknya,” ungkapnya. 

Ja'ah menerangkan, beberapa waktu lalu pernah di tanyain kartu keluarga sama KTP oleh RT setempat untuk diajukan bantuan, tapi sampai saat ini tidak ada kabar, dan dimintai dokumen seperti ini udah kesekian kalinya. 

“Pihak Kelurahan maupun RT/RW hanya terus menerus meminta dokumen seperti KK dan KTP, sampai habis uangnya buta fotocopy” paparnya

Reporter, Kayan Manggala

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Bersatu Lawan COVID, Aplikasi Berbasis Gawai Permudah Masyarakat Antisipasi COVID-19
Gerakan Nasi Bungkus Hadir di Seluruh Daerah Jabar
Bantu Dampak Covid-19, PKK Luncurkan Gerakan SABERNAS
Pemkot Bandung Beri Relaksasi Pajak, Bisa Bayar Pakai Sampa