Kejari Kota Tasikmalaya Musnahkan Ribuan Obat Ilegal

foto

Rabbit

TASIKMALAYA, FaktaIndonesiaNews.com - Ribuan box obat kuat atau kejantanan tanpa izin edar dan narkotika berbagai jenis dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasikmalaya dengan cara digiling dengan blender, Selasa (8/12/2020).

Barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil penyidikan kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya yang telah memiliki ketetapan hukum tetap atau ingkrah dari Pengadilan Negeri (PN) pada semester 2 tahun 2020.

"Hari ini kita musnahkan sejumlah barang bukti dari beberapa kasus penyalahgunaan Undang-Undang Kesehatan, narkotika dan tindak pidana umum lainnya seperti pencurian," ujar Kejari Kota Tasikmalaya, Fajaruddin, Selasa (8/12/2020).

Menurutnya, saat ini barang bukti yang dimusnahkan paling banyak obat-obatan yang tidak memiliki izin edar dan melanggar undang-undang kesehatan.

"Lebih dari lima ribu box obat tanpa izin edar kita musnahkan," ucap Fajaruddin.

Ia menuturkan, pemusnahan ini merupakan bentuk sinergitas Kejari Kota Tasikmalaya dengan pihak kepolisian dan BNN dalam rangka menekan peredaran obat terlarang di Kota Tasikmalaya.

Disamping itu, barang bukti lain seperti kunci astag, alat timbang digital, dan beberapa unit hp turut dimusnahkan dengan cara digergaji.

"Tahun 2020 ini kasus yang masih mendominasi di Kota Tasikmalaya adalah narkoba dan obat-obatan terlarang," tuturnya.

Berikut beberapa barang bukti yang dimusnahkan Kejari Kota Tasikmalaya:

1. Narkotika jenis Ganja, dengan jumlah perkara : 1 perkara , jumlah barang bukti : 0,4890 gram.

2. Narkotika jenis sabu, dengan jumlah perkara : 7 perkara, jumlah barang bukti : 65,51718 gram.

3. Psikotropika, dengan jumlah perkara :1 Perkara, barang bukti 61 butir.

4. Obat Tradisional dengan jumlah perkara : 1 perkara, barang bukti : 800 Box tawon liar botol kecil, 1600 box tawon liar sachet, 22 box kopi jrenk, 937 box Asamulin, 135 Box Xian Ling, 211 box montalin, 72 box Urat madu, 134 box wang tong kapsul, 90 bungkus wang tong serbuk, 78 sachet Okura, 4 box Spider, 10 box lasmi dan 150 box godong ijo.

5. Obat lainnya dengan jumlah perkara : 2 Perkara, jumlah barang bukti : 1089 butir.

6. Senjata tajam dengan jumlah perkara : 4 perkara, jumlah barang bukti 5 buah.

7. Barang bukti lain HP berbagai merk dengan jumlah perkara : 5 perkara, jumlah barang bukti 5 buah.

8. Barang bukti bong dan lainnya : 31 Perkara.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Atalia Ridwan Kamil Buka Bakti Sosial Test PCR
Maggot, Solusi Tangani Sampah di Kabupaten Bandung